dpiniko476

Just another WordPress.com site

bab 2

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

 

2.1  Landasan teori

 

Berdasarkan teori-teori yang relevan/ digunakan penulis dalam melakukan penelitian sampai ke tahapan desain, sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan tentang apa yang sedang diteliti. Berikut adalah landasan-landasan yang digunakan penulis :

  • Teori penyelamatan

Dimana penulis mempelajari tentang cara penanganan terhadap korban kecelakaan yang terjadi diarea pantai Anyer provinsi Banten, sehingga dapat menolong jiwa dan keselamatan korban tersebut.

  • Teori estetika

Yang mencakupi teori tentang penggabungan antara bentuk-bentuk yang dapat dikembangkan, warna yang sesuai dengan styling desain, serta material yang sesuai pula sehingga menjadi sebuah produk yang menarik dan diterima. “ Aesthetics is the branch of philosophy that is concerned with the analysis of concepts and the solutions of problems that arise when one contemplates aesthetic objects. Aesthetic objects, in turn, comprise all the objects of aesthetic experience; thus, it is only after aesthetic experience has been sufficiently characterized that one is able to delimit the class of aesthetic objects ”. (Sutrisno,1993)

 

  • Teori sosiologi

Ilmu yang mempelajari tentang cara manusia  melihat suatu benda dalam  masyarakat. Aspek-aspek psikologis yang tertanam dan tumbuh menjadi sebuah pemikiran sosial dan menjadi suatu pandangan sosial yang membuat perspektif dalam masyarakat. Serta memperdalam kebiasaan-kebiasaan dalam masyarakat diarea wilayah pantai seperti pantai Anyer

 

2.2  Kerangka Berfikir

 

Pada setiap penyusunan penelitian haruslah berdasarkan pada kerangka berfikir dan pada penelitian ini penulis medapatkan kerangka berfikir yaitu:

Dengan adanya kendaraan khusus penjaga pantai maka terpenuhilah usaha pertolongan kecelakaan yang terjadi di area air dan daratan (pantai) Anyer.

 

2.3  Hipotesis

 

Dari kerangka berfikir dan rumusan masalah di atas didapatlah sebuah hipotesis yang berhubungan dengan variabel-variabel penelitian. Hipotesis yang merupakan jawaban sementara dari rumusan masalah yang diajukan pada bagian macam-macam permasalahan, yaitu :

  • Terdapat pengaruh yang baik dan keselarasan pada kendaraan khusus patroli pantai dengan area pantai.Anyer
  • Terdapat pengaruh yang signifikan antara kendaraan khusus penjaga pantai dengan area pantai
  • Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kendaraan khusus patroli pantai dengan efisiensi  waktu tempuh
  • Terdapat perbedaan yang signifikan antara desain kendaraan khusus penjaga pantai yang berada diIndonesia dengan kendaraan khusus penjaga pantai luar negri.

2.4. Objek penilitian terhadap ilmu pertolongan

      2.4.1 Pertolongan pertama

              Pertolongan pertama diatur dalam undang-undang yaitu :

  • Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI no. 23/Birhub/1972, PMI dapat menyelengarakan pertolongan pertama maupun meyelenggarakan pendidikan pertolongan pertama serta dapat mendirikan pos pertolongan pertama.
  • AD PMI bab II pasal 5-6 dan ART PMI bab II pasal 3
  • Keputusan MENKES RI no.143/Menkes-kesos/sk/SK/II/2001 tentang standarisasi kendaraan pelayanan medis.

2.4.2        Definisi

 

Pertolongan pertama adalah perawatan pertama yang diberikan kepada orang yang mendapat kecelakaan atau sakit yang tiba-tiba dating sebelum mendapatkan pertolongan dari tenaga medis, ini berarti :

1. Pertolongan pertama harus diberikan secara cepat walaupun perawatan selanjutnya

 tertunda

2. Pertolongan pertama harus tepat sehingga akan meringankan sekit korban bukan

 menambah rasa sakit korban.

2.4.3        Dasar-dasar pertolongan pertama

Pertolongan pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum korban mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi, jadi tindakan pertolongan pertama ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Pertolongan pertama biasanya diberikan oleh orang-orang disekitar korban yang diantaranya akan menghubungi petugas medis terdekat. Pertolongan harus diberikan secara cepat dan tepat sebab penanganan yang salah akan berakibat buruk seperti cacat tubuh bahkan kematian.

Namun memasuki pembahasan kea rah penanggulangan atau pengobatan terhadap luka, akan lebih baik membahas tentang pencegahan terhadap suatu kecelakaan, terutama dalam kegiatan dialam bebas, selain itu harus digaris bawahi bahwa situasi dalam berkegiatan sering memerlukan bukan sekedar pengetahuan kita tentang pengobatan, namun lebih kepada pemahaman kita akan prinsip-prinsip pertolongan terhadap korbannya, sekedar contoh beberapa peralatan yang disebutkan dalam materi ini kemungkinan tidak selalu ada pada kegiatan, maka kita dituntut kreatif dan mampu menguasai setiap keadaan.

  1. A.    Prinsip Dasar

 

Adapun prinsip-prinsip dasar dalam menangani suatu keadaan darurat tersebut diantaranya :

  1. Pastikan anda bukan menjadi korban berikutnya, seringkali kita lengah atau kurang berfikir panjang bila kita menjumpai suatu kecelakaan, sebelumnya kita menolong korban, periksa dulu apakah tempat tersebut sudah aman atau masih dalam bahaya
  2. Pakailah metode atau cara pertolongan yang cepat, mudah dan efisien. Hindarkan sikap sok pahlawan , pergunakanlah sumber daya yang ada baik alat, manusia maupun sarana pendukung lainnya. Bila anda bekerja dalam tim, buatlah perencanaan yang matang dan dipahami oleh seluruh anggota.
  3. Biasakan membuat catatan tentang usaha-usaha pertolongan yang teah anda lakukan, indentitas korban, tempat dan waktu kejadian dan sebagiannya, catatan ini berguna bila penderita mendapat rujukan atau pertolongan tambahan oleh pihak lain.

  1. B.     Prinsip Dasar

Secara umum urutan Pertolongan Pertama pada korban kecelakaan adalah :

  1. Jangan panik

Berlakulah cekatan namun tetap tenang, apabila kecelakaan bersifat missal, korban-korban yang mendapat luka ringan dapat dikerahkan unutk membantu dan pertolongan diutamakan diberikan kepada korban yang menderita luka yang paling parah tapi masih mungkin untuk diberikan pertolongan.

  1. Jauhkan atau hindarkan korban dari kecelakaan berikutnya

Pentingnya menjauhkan dari sumber kecelakaan adalah untuk mencegah terjadinya kecelakaan ulang yang akan memperberat kondisi korban, keuntungan lainnya adalah penolong dapat memberikan pertolongan dengan tenang dan dapat lebih mengkonsentrasikan perhatiannya pada kondisi korban yang ditolongnya, kerugiannya bila dilakukan secara tergesa-gesa yaitu dapat membahayakan atau memperparahkondisi korbannya.

  1. Perhatikan pernafasan dan denyut jantung korban

Bila pernafasan penderita berhenti segeralah kerjakan pernafasan bantuan dengan cara memberikan nafas buatan dari mulut kemulut kemudian sambil menekan bagian dada tindakan ini agar dapat memancing kerja jantung agar dapat berdetak kembali.

  1. Pendarahan

Pendarahaan yang keluar pembuluh darah besar dapat membawa kematian dalam waktu 3-5 menit, dengan menggunakan saputangan atau kain yang bersih tekan tempat pendarahan kuat-kuat kemudian ikatlah saputangan tadi dengan dasi, baju, ikat pinggang, atau apapun benda yang dapat menahan sapu tangan tersebut agar sapu tangan tersebut dapat tetap menekan luka-luka tersebut, jika lokasi luka memungkinkan, letakkan bagian pendarahaan lebih tinggi dari bagian tubuh.

  1. Perhatikan tanda-tanda shock

 

Korban-korban ditelengtangkan dengan bagian kepala lebih rendah dari letak anggota tubuh yang lain. Apabila korban muntah-muntah dalam keadaan setengah sadar, baringkan dengan posisi terlungkup dengan letak kepala lebih rendah dari bagian tubuh lainnya, cara tersedak muntahan, darah, atau air dalam paru-parunya, apabila penderita mengalami cidera didada dan penderita sesak nafas (tapi masih dalam keadaan sadar) letakkan dalam posisi setengah duduk.

  1. Jangan memindahkan korban secara terburu-buru

Korban tidak boleh dipindahkan dari tempatnya sebelum dapat dipastikan jenis dan seberapa parah cidera yang dialami korbannya terkecuali bila tempat kecelakaan tidak memungkinkan bagi korban didiamkan ditempat tersebut, apabila korban hendak diusung terlebih dahulu pendarahan harus dihentikan serta tulang-tulang yang patah dibidai, dalam mengusung korban usahakanlah supaya kepala korban tetap terlindung dan perhatikan jangan sampai saluran pernafasannya tersumbat oleh kotoran atau muntahan.

  1. Segera membawa korban kesentral pengobatan

Setelah dilakukan pertolongan pertama pada korban maka korban dievakuasi kesentral pengobatan, puskesmasatau rumah sakit, perlu diingat bahwa pertolongan pertama hanyalah sebagai life savung dang mengurangi kecacatan bukan terapi, serahkan keputusan tindakan selanjutnya kepada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

2.4.4        Kasus-kasus kecelakaan

Berikut adalah kasus-kasus kecelakaan atau gangguan yang sering terjadi dalam kegiatan di alam terbuka berikut gejala dan penanganannya :

  1. a.      Pingsan (Syncope/collapse)

yaitu hilangnya kesadaran sementara karena otak kekurangan O2, lapar, terlalu banyak mengeluarkan tenaga, dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), hiploglikemia, animea.

Gejala :

  • Perasaan limbung
  • Pandangan berkunang-kunang
  • Telinga berdenging
  • Napas tidak teratur
  • Muka pucat
  • Biji mata melebar
  • Lemas
  • Keringat dingin
  • Mengap berlebihan
  • Tak respon (beberapa menit)
  • Denyut nadi lambat

Penanganan :

  1. Baringkan korban dalam posisi terlentang
  2. Tinggikan tungkai melebihi tinggi jantung
  3. Longgarkan pakaian yang mengikat dan hilangkan barang yang menghambat pernafasan
  4. Beri udara segar
  5. Periksa kemungkinan cedera lain
  6. Selimuti korban
  7. Korban diistirahatkan beberapa saat
  8. Bila tak segera sadar >> periksa nafas dan nadi >> posisi stabil >> rujuk ke instansi kesehatan.

  1. b.      Dehidrasi

yaitu suatu keadaan dimana tubuh mengalami kekurangan cairan. Hal ini terjadi apabila cairan yang dikeluarkan tubuh melebihi cairan yang masuk. Keluarnya cairan ini biasanya disertai dengan elektrolit (K, Na, Cl, Ca). Dehidrasi disebabkan karena kurang minum dan disertai kehilangan cairan/banyak keringat karena udara terlalu panas atau aktivitas yang terlalu berlebihan.

Gejala dan tanda dehidrasi :

Dehidrasi ringan :

  • Defisit cairan 5 % dari berat badan
  • Penderita merasa haus
  • Denyut nadi lebih dari 90 kali per menit.

Dehidrasi sedang :

  • Defisit cairan antara 5 – 10 % dari berat badan
  • Nadi lebih dari 90 kali per menit
  • Nadi lemah
  • Sangat haus

Dehidrasi berat :

  • Defisit cairan lebih dari 10 % dari berat badan
  • Hipotensi
  • Mata cekung
  • Nadi sangan lemah, sampai tak terasa
  • Kejang-kejang

Penanganan :

1. Mengganti cairan yang hilang dan mengatasi shock

2. Mengganti elektrolit yang lemah

3. Mengenal dan mengatasi komplikasi yang ada

4. Memberantas penyebabnya

5. Rutinlah minum jangan tunggu haus

c.   Asma

yaitu penyempitan/gangguan saluran pernafasan.

Gejala :

  •   Sukar bicara tanpa berhenti, untuk menarik nafas
  •  Canned be heard the voice of the additional breath
  •  Otot Bantu nafas terlihat menonjol (dileher)
  •  Irama nafas idak teratur
  •  Terjadi perubahan warna kulit (merah/ pucat/ kebiruan/ sianosis)
  •  Kesadaran menurun (gelisah/meracau)

Penanganan :

  •  Tenangkan korban
  •  Bawalah ke tempat yang luas dan sejuk
  •  Posisikan ½ duduk
  •  Atur nafas
  •  Beri oksigen (bantu) bila perlu

d.   Pusing/Vertigo/Nyeri Kepala

yaitu sakit kepala yang disebabkan oleh kelelahan, kelaparan, gangguan kesehatan dan lain-lain.

Gejala :

  •  Kepala terasa nyeri/berdenyut
  •  Kehilangan keseimbangan tubuh
  •  Lemas

Penanganan :

1. Istirahatkan korban

2. Beri minuman hangat

3. Beri obat bila perlu

4. Tangani sesuai penyebab

  e.  Maag/Mual

yaitu gangguan lambung/saluran pencernaan.

Gejala :

  •  Perut terasa nyeri/mual
  •  Berkeringat dingin
  •  Lemas

Penanganan :

  1. 1.  Istirahatkan korban dalam posisi duduk ataupun berbaring  sesuai kondisi

  korban

  1. 2.  Beri minuman hangat (teh/kopi)
  2. 3.  Jangan beri makan terlalu cepat

 f.  Lemah jantung

yaitu nyeri jantung yang disebabkan oleh sirkulasi darah kejantung terganggu atau terdapat kerusakan pada jantung.

Gejala :

  •  Nyeri di dada
  •  Penderita memegangi dada sebelah kiri bawah dan sedikit membungkuk
  •  Kadang sampai tidak merespon terhadap suara
  •  Denyut nadi tak teraba/lemah
  •  Gangguan nafas
  •  Lemas
  •  Kulit berubah pucat/kebiruan
  •  Keringat berlebihan

Tidak semua nyeri pada dada adalah sakit jantung. Hal itu bisa terjadi karena gangguan pencernaan, stres, tegang.

Penanganan :

1. Tenangkan korban

2. Istirahatkan

3. Posisi ½ duduk

4. Buka jalan pernafasan dan atur nafas

5. Longgarkan pakaian dan barang yang mengikat pada badan

6. Jangan beri makan/minum terlebih dahulu

7. Jangan biarkan korban sendirian (harus ada orang lain di dekatnya)

  1. g.      Histeria

yaitu sikap yang berlebih-lebihan yang dibuat-buat (berteriak, berguling-guling) oleh korban secara kejiwaan untuk mencari perhatian.

Gejala :

  • Seolah-olah hilang kesadaran
  • Sikapnya berlebihan (meraung-raung, berguling-guling di tanah)
  • Tidak dapat bergerak/berjalan tanpa sebab yang jelas

Penanganan :

  1. Tenangkan korban
  2. Pisahkan dari keramaian
  3. Letakkan di tempat yang tenang
  4. Awasi

  1. h.      Mimisan

yaitu pecahnya pembuluh darah di dalam lubang hidung karena suhu ekstrim (terlalu panas/terlalu dingin) /kelelahan/benturan.

Gejala :

  • Dari lubang hidung keluar darah dan terasa nyeri
  • Korban sulit bernafas dengan hidung karena lubang hidung tersumbat oleh

darah

  • Kadang disertai pusing

Penanganan :

  1. Bawa korban ke tempat sejuk/nyaman
  2. Tenangkan korban
  3. Korban diminta menunduk sambil menekan cuping hidung
  4. Diminta bernafas lewat mulut
  5. Bersihkan hidung luar dari darah
  6. Buka setiap 5/10 menit. Jika masih keluar ulangi tindakan Pertolongan

Pertama

  1. i.       Kram

yaitu otot yang mengejang/kontraksi berlebihan.

Gejala :

  • Nyeri pada otot
  • Kadang disertai bengkak

Penanganan :

  1. Istiratkan
  2. Posisi nyaman
  3. Relaksasi
  4. Pijat berlawanan arah dengan kontraksi

  1. j.     Memar

yaitu pendarahan yang terjadi di lapisan bawah kulit akibat dari benturan keras.

Gejala :

  • Warna kebiruan/merah pada kulit
  • Nyeri jika ditekan
  • Kadang disertai bengkak

Penanganan :

  1. Kompres dingin
  2. Balut tekan
  3. Tinggikan bagian luka

  1. k.      Keseleo

yaitu pergeseran yang terjadi pada persendian biasanya disertai kram.

Gejala :

  • Bengkak
  • Nyeri bila ditekan
  • Kebiruan/merah pada daerah luka
  • Sendi terkunci
  • Ada perubahan bentuk pada sendi

Penanganan :

  1. Korban diposisikan nyaman
  2. Kompres es/dingin
  3. Balut tekan dengan ikatan 8 untuk mengurangi pergerakan
  4. Tinggikan bagian tubuh yang luka

  1. l.         Luka

yaitu suatu keadaan terputusnya kontinuitas jaringan secara tiba-tiba karena kekerasan/injury.

Gejala :

  • Terbukanya kulit
  • Pendarahan
  • Rasa nyeri

Penanganan :

  1. Bersihkan luka dengan antiseptik (alkohol/boorwater)
  2. Tutup luka dengan kasa steril/plester
  3. Balut tekan (jika pendarahannya besar)
  4. Jika hanya lecet, biarkan terbuka untuk proses pengeringan luka

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani luka:

1.   Ketika memeriksa luka: adakah benda asing, bila ada :
o Keluarkan tanpa menyinggung luka
o Kasa/balut steril (jangan dengan kapas atau kain berbulu)

   o Evakuasi korban ke pusat kesehatan

  1. Bekuan darah: bila sudah ada bekuan darah pada suatu luka  ini berarti luka mulai menutup. Bekuan tidak boleh dibuang, jika luka akan berdarah lagi.

m.   Pendarahan

yaitu keluarnya darah dari saluran darah kapan saja, dimana saja, dan waktu apa saja. Penghentian darah dengan cara :

1. Tenaga/mekanik, misal menekan, mengikat, menjahit dll
2. Fisika:

  • Bila dikompres dingin akan mengecil dan mengurangi pendarahan
  • Bila dengan panas akan terjadinya penjedalan dan mengurangi

3. Kimia: Obat-obatan
4. Biokimia: vitamin K
5. Elektrik: diahermik

  1. n.      Patah Tulang/Fraktur

 yaitu rusaknya jaringan tulang, secara keseluruhan maupun   sebagian.

Gejala :

  • Perubahan bentuk
  • Nyeri bila ditekan dan kaku
  • Bengkak
  • Terdengar/terasa (korban) derikan tulang yang retak/patah
  • Ada memar (jika tertutup)
  • Terjadi pendarahan (jika terbuka)

 

Jenisnya :

  • Terbuka (terlihat jaringan luka)
  • Tertutup

Penanganan :

Tenangkan korban jika sadar

Untuk patah tulang tertutup :

  1. Periksa gerakan (apakah bagian tubuh yang luka bisa digerakkan/diangkat), sensasi (respon nyeri), sirkulasi (peredaran darah)
  2. Ukur bidai di sisi yang sehat
  3. Pasang kain pengikat bidai melalui sela-sela tubuh
  4. Ikat bidai
  5. Periksa GSS

Untuk patah tulang terbuka :

  1. Buat pembalut cincin untuk menstabilkan posisi tulang yang mencuat
  2. Tutup tulang dengan kasa steril, plastik, pembalut cincin
  3. Ikat dengan ikatan V
  4. Untuk selanjutnya ditangani seperti pada patah tulang tertutup

 

Tujuan Pembidaian :

  1. Mencegah pergeseran tulang yang patah
  2. Memberikan istirahat pada anggota badan yang patah
  3. Mengurangi rasa sakit
  4. Mempercepat penyembuhan

  1. o.   Luka Bakar

yaitu luka yang terjadi akibat sentuhan tubuh dengan benda-benda yang menghasilkan panas (api, air panas, listrik, atau zat-zat yang bersifat membakar)

Penanganan :

  1. Matikan api dengan memutuskan suplai oksigen
  2. Perhatikan keadaan umum penderita
  3. Pendinginan
  • Membuka pakaian penderita/korban
  • Merendam dalam air atau air mengalir selama 20 atau 30 menit. Untuk daerah wajah, cukup dikompres air.

4.   Mencegah infeksi

  • Luka ditutup dengan perban atau kain bersih yang tak dapat melekat pada luka
  • Penderita dikerudungi kain putih
  • Luka jangan diberi zat yang tak larut dalam air seperti mentega, kecap, dan lain-lain.
  1. Pemberian sedative/morfin 10 mg im diberikan dalam 24 jam sampai 48 jam pertama.
  2. Bila luka bakar luas penderita dikuasakan
  3. Transportasi kefasilitasan yang lebih lengkap sebaiknya dilakukan dalam satu jam bila memungkinkan masih bisa dilakukan dalam 24 – 48 jam pertama dengan pengawasan ketat selama perjalanan.
  4. Khusus untuk luka bakar daerah wajah, posisi kepala harus lebih tinggi dari tubuh.

  1. p.         Keracunan makanan atau minuman

Gejala :

  • Mual, muntah
  • Keringat dingin
  • Wajah pucat/kebiruan

 

Penanganan :

  1. Bawa ke tempat teduh dan segar
  2. Korban diminta muntah
  3. Diberi norit
  4. Istirahatkan
  5. Jangan diberi air minum sampai kondisinya lebih baik

 

 

2.4.5        Evakuasi korban

 

adalah salah satu tahapan dalam pertolongan pertama yaitu untuk memindahkan korban kelingkungan yang aman dan nyaman untuk mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut

  • Prinsip evakuasi  :

  1. Dilakukan jika mutlak perlu
  2. Menggunakan teknik yang baik dan benar
  3. Menolong harus memiliki fisik yang prima dan terlatih serta memiliki semangat

untuk menyelamatkan korban dari bahaya yang lebih besar atau bahkan kematian.

  • Alat pengangkutan :

  Dalam proses evakuasi korban ada beberapa cara dan ada beberapa alat bantu, namun hal tersebut tergantung pada kondisi yang dihadapi ( medan, kondisikorban, ketersediaan alat). Ada dua cara pengangkutan yaitu :

  1. Manusia

Manusia sebagai pengangkutnya langsung, peranan dan jumlah pengangkat mempengaruhi langsung .

Bila satu orang maka penderita dapat :

 

  1. Dipondong        untuk korban ringan dan anak-anak
  2. Digendong        untuk korban sadar dan tidak terlalu berat serta tidak patah

 tulang

  1. Dipapah             untuk korban tanpa luka dibahu atas
  2. Dipanggul / digendong
  3. Menyerap posisi miring

Bila dua orang maka penderita dapat :

Maka pengangkutnya tergantung cidera penderita tersebut dan diterapkan nila korban tak perlu diangkut berbaring dan tidak boleh untuk mengangkut korban patah tulang leher atau patah tulang punggung.

  1. Dipondong         tangan lepas dan tangan berpegangan
  2. Model membawa balok
  3. Model membawa kereta

  1. Alat bantu

  1. Tandu permanen
  2. Tandu darurat
  3. Kain keras / ponco / jaket lengan panjang
  4. Tali / webbing

Persiapan :

Yang perlu diperhatikan :

  1. Kondisi korban memungkinkan untuk dipindah atau tidak berdasarkan penilaian dari keadaan respirasi, pendarahan, luka, patah tulang, dan gangguan persendian.
  2. Menyiapkan personil untuk pengawasan pasein selama evakuasi
  3. Menentukan lintasan evakuasi serta tahu arah dan tempat akhir korban diangkut
  4. Memilih alat
  5. Selama pengangkutan jangan ada bagian tubuh yang keluar dari alat atau badan penderita yang tidak dalam posisi yang benar.

2.4.6        Farmakologi

 

Farmakologi adalah pengetahuan mengenai obat-obatan. Yang dibahas disini hanya sekedar obat-obatan standar yang sering dibutuhkan dalam Kegiatan Alam Terbuka. Berikut nama-nama obat dan kegunaannya, yaitu :

  1. CTM Alergi              :  Obat tidur
  2. Betadine                   :  Antiseptik
  3. Povidone Iodine      :  Antiseptik
    1. Neo Napacyne         :  Asma, sesak nafas
    2. Asma soho               :  Asma,sesak nafas
    3. Konidin                    :  Batuk
      1. Oralit                        :  Dehidrasi
      2. Entrostop                 :  Diare
      3. Demacolin                :  Flu, batuk
      4. Norit                         :  Keracunan
      5. Antasida doen          :  Maag
        1. Gestamag                 :  Maag
        2. Kina                         :  Malaria
        3. Oxycan                     :  Memberi tambahan oksigen murni
        4. Damaben                  :  Mual
        5. Feminax                   :  Nyeri haid
        6. Spasmal                    :  Nyeri haid
        7. Counterpain             :  Pegal linu
        8. Alkohol 70%            :  Pembersih luka/antiseptic
        9. Rivanol                     :  Pembersih luka/antiseptic
        10. Chloroetil                 :  (obat semprot luar) pengurang rasa sakit
        11. Pendix                      :  Pengurang rasa sakit
        12. Antalgin                   :  Pengurang rasa sakit, pusing
        13. Paracetamol              :  Penurun panas
        14. Papaverin                 :  Sakit perut
        15. Vitamin C                :  Sariawan
        16. Dexametason           :  Sesak nafas

 

2.4.7    Penutup

 

Pertolongan Pertama adalah sebagai suatu tindakan antisipatif dalam keadaan darurat namun memiliki dampak yang sangat besar bagi penderita atau korban. Kesalahan diagnosa dan penanganan dapat mendatangkan bahaya yang lebih besar, cacat bahkan kematian. Satu hal yang perlu diingat adalah Pertolongan Pertama merupakan tindakan pertolongan yang diberikan terhadap korban dengan tujuan mencegah keadaan bertambah buruk sebelum korbannya mendapatkan perawatan dari tenaga medis resmi. Jadi tindakan Pertolongan Pertama (PP) ini bukanlah tindakan pengobatan sesungguhnya dari suatu diagnosa penyakit agar si penderita sembuh dari penyakit yang dialami. Serahkan penanganan selanjutnya (bila diperlukan) pada dokter atau tenaga medis yang berkompeten.

2.5  Objek penelitian terhadap SAR (search and rescue)

 

Pemerintah masih melakukan kajian bentuk yang ideal dari penjaga pantai dan laut (sea and cost guard) yang oleh undang-undang diamatkan dibentuk paling lambat pada 2011. Pemerintah sedang mengkaji dengan instansi-instansi yang terkait bagaimana bentuk sea and cost guard yang paling bagus untuk pantai atau laut Indonesia (menurut Djoko suyanto mentri koordiantor politik, hukum, dan keamanan (Menkompolhukam)). Dan pembentukan penjaga pantai dan laut ini diamanatkan oleh Undang-undang No. 17/2008 tentang pelayaran, namun permasalahannya jika berdasarkan undang-undang tersebut cakupan tugas penjaga laut dan pantai ini lebih banyak pada keselamatan dan keamanan pelayaran, padahal keamanan laut memiliki aspek yang sangat luas, dan tidak hanya semata tentang aspek pelayaran saja, namun tugas dan tanggung jawab seorang penjaga laut dan pantai didalam undang-undang pelayaran harus direvisi terlebih dahulu.

2.5.1    Operasi Sar

Rangkaian kegiatan sar terdiri atas lima tahapan yaitu menyadari, tahap tindak awal, tahap perencanaan, tahap operasi, dan tahap pengakhiran. Struktur organisai tugas terdiri dari SRU yang berada disetiap kantor sar yang selalu siap untuk tugas sar dalam penanggulangan benacana dan musibah lainnya. Penugasan SRU  yang berasal dari instasi/ organisasi diluar basarnas dalam penyelengaraan operasi sar dilengkapi dengan surat perintah dari instasi/ perintah masing-masing. Dan penutupan penyelenggaraan operasi sar apabila :

  • Operasi sar dianggap selesai karena korban telah ditemukan atau diselamatkan
    • Bila pencarian dan pertolongan dinilai tidak efektif berdasarkan pertimbangan teknik sar
    • Hasil evaluasi SMC secara komprehensif tentang efektifitas penyelenggaraan operasi sar telah masimal dan rasional untuk ditutup.

Operasi sar dapat diperpanjang apabila :

  • Berdasarkan evaluasi sar SMC terhadap perkembangan penyelengara operasi sar
  • Ditemukan tanda-tanda kehidupan atau keberadaan korbanmusibah atau bencana
    • Adanya permintaan dari pihak pemerintah daerah, perusahaan, atau pemilik kapal atau pesawat dan pihak keluarga yang mengalami musibah atau bencana. Dalam hal ini, biaya peyelenggaraan operasi sar dibebankan kepada pihak yang meminta.

Gambar : Tahapan penanganan musibah / bencana

(Sumber : google.com)

Jenis peyelengaraan operasi sar terdiri dari :

  • Peyelengaraan operasi sar terhadap musibah pelayaran
  • Peyelengaraan operasi sar terhadap musibah penerbangan
  • Peyelengaraan operasi sar terhadap bancana
  • Peyelengaraan operasi sar terhadap musibah lainnya

2.5.2        Mekanisme Kesigapan Sar

      Salah satu strategi untuk kecepatan penyelenggaraan operasi sar (response time), barsarnas menyelenggarakan siaga sar yang meliputi kesiagaan pada 5 (lima) komponen utama sar, antara lain :

  1. Kesiapan menajemen operasi sar
  2. Kesigapan fasilitas sar
  3. Komunikasi sar
  4. Medis darurat
  5. Dokumentasi selama 24 jam setiap hari diseluruh Indonesia

dibawah ini dapat dilihat mekanisme kesigapan sar :

Mekanisme kesiapsiagaan sar

Sumber : (google.com)

Bentuk Penyelenggaraan Siaga SAR yang dilaksanakan saat ini oleh Basarnas antara lain :

  • Siaga Komunikasi.
  • Siaga Rescuer Siaga ABK
  • Siaga Heli SAR
  • Siaga Rescue Truck

2.5.3        Jenis musibah

Jenis musibah yang sering terjadi diindonesia, dan selama ini ditangani oleh basarnas antara lain:

  1. Musibah pelayaran

Musibah pelayaran merupakan kecelakaan yang menimpa kapal dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya serta dapat membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa manusia

  1. Musibah penerbangan

Musibah penerbangan merupakan kecelakaan yang menimpa pesawat udara dan tidak dapat diperkirakan sebelumnya serta dapat membahayakan atau mengancam keselamatan jiwa manusia

  1. Bencana

Bencana adalah sebuah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan baik oleh faktor alam atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan , kerugian harta benda dan dampak psikologis

Peran basarnas dalam bencana adalah melakukan operasi sar dalam tanggap darurat bencana dan  kegiatan sar berada pada saat terjadinya bencana.  Dalam hal penggulangan bencana, pelaksanaannya dilakukan oleh BNPB (Badan Nasional Koordinasi Penanggulangan Bencana) dimana Basarnas adalah koordinator pelaksana tugas SAR dalam penggulangan bencana tersebut.

  1. Musibah lainnya

Musibah lainnya adalah kecelakaan / malapetaka yang menimpa orang atau kelompok orang akibat sesuatu hal yang tak terelakan diluar musibah pelayaran dan atau penerbangan, yang termasuk musibah lainnya antara lain :

  1. Musibah digunung / hutan
  2. Musibah disungai
  3. Musibah dipantai
  4. Musibah disumur
  5. Musibah dijalan raya
  6. Musibah perkeretaapian
  7. Musibah dibangunan bertingkat/ tinggi
  8. Musibah akibat bangunan runtuh

Pengendalian pencarian dan pertolongan korban terhadap musibah lainnya dilakukan oleh Basarnas sebagai koordinator peyelenggaraan opersi sar yang berkoordinasi dengan instansi / organisasi dan masyarakat.

2.5.4    Data Penanganan Musibah

Penangan musibah penerbangan, pelayaran, bencana dan musibah lain mulai dari januari 2009 s/d agustus  2010 oleh badan sar nasional melalui kantor-kantor sar dapat dilihat pada grafik dibawah ini :

Gambar : grafik penanganan musibah

Sumber :  (google.com)

 Dan dibawah ini adalah table rekapitulasi jumlah korban dari hasil penyelenggaraan operasi SAR pada bulan januari 2009 s/d agustus 2010 :

 

 

Gambar : Grafik Rekapitulasi jumlah korban

 Sumber : (google.com)

 

2.6        Sejarah kendaraan amfibi

 

Kendaraan amfibi diduga muncul pada pertengahan tahun 1800, ketika itu orang amerika yang bernama Oliver Evans menciptakan sebuah alat bertenaga uap yang berhasil dioperasikan lebih dari satu mil dijalan-jalan philadelphia dan berlayar disungai delaware. Kendaraan itu disebut Orukter Amphibolus dan menjadi amfibi pertama dari mesin uap yang pernah dibuat, namun kendaraan itu digunakan sebagai pembersih dermaga oleh orang-orang pada jaman tersebut. Dan pada pertengahan tahun 1910 William Mazzei  menggunakan mesin Hydromotor atau hydrometer yang didorong oleh sebuah mesin continental yang dapat menempuh jarak mencapai 60 mph didarat dan 25 mph diatas air dan gagasan William Mazzei diteruskan oleh George Monnot yang akhirnya dapat menciptakan Hydrocar yang mengkombinasikan antara perahu, mobil, dan truk dan hal ini terjadi pada saat menjelang perang dunia pertama dan akhirnya kemajuan yang terjadi saat itu terhenti karena kendaraan ini digunakan sebagai kendaraan tempur para militer. Adapun beberapa jenis kendaraan amfibi, sebagai berikut :

  1. 1.      Schwimmwagen

 

         Adalah kendaraan amfibi permata yang diproduksi secara masal oleh ferdinand porsche, dan selama perang berlangsung porsche menciptakan kubelwagen yang beralasan mobilitas dan kerasnya perang yang dirubah dan dibuat mampu mengarungi air dan pada akhirnya kubelwagen diubah porsche menjadi schwimmwagen.

Gambar : Schwimmwagen (kendaraan amfibi)

sumber : (google.com)

  1. 2.      Amphicar

         Adalah kendaraan amfibi yang memiliki dua pintu convertible empat kursi penumpang yang dilengkapi dengan kain lipat diatas dan memiliki kecepatan sampai 7 knot diatas air dan 70 mph (110 km/ jam) didarat, yang memiliki mesin empat silinder 1.21 overhead-camshaft yang bersumber dari triumph. Dan mesin ditempatkan pada bagian belakang mobil dan dengan mudah dua baling-baling nilon dipasang dibawah mobil, tenaga yang dihasilkan adalah 43hp pada 4.750 rpm.

     Gambar :Amphicar (kendaraan amfibi)

         Sumber : (google.com)

  1. 3.      Aquada

Adalah kendaraan amfibi yang sudah melalui riset selama tujuh tahun dan tidak seperti amphicar, aquada menggunakan sistem jet yang menghasilkan kecepatan sekitar 175 hp menggunakan sistem V6 yang dipasangkan dengan lima kecepatan transmisi otomatis dengan terbalik, serta power steering sangat membantu handle didua alam.

Gambar : Aquada (kendaraan amfibi)

 sumber (google.com)

  1. 4.         Humdinga

Adalah sebuah jenis kendaraan amfibi terbuka SUV yang dirancang dan diproduksi oleh gibbs teknologi yang diciptakan khusus untuk mengakses  daerah terpencil yang melewati daratan atau perairan dan pada saat beroperasi didaratan humdinga dapat menempuh 100mil /jam (160km/h) dan diatas air humdinga  dapat beroperasi menggunkan jet sistem propulsi kapal dengan kecepatan 40 mil/ jam (64 km/h) dan humdinga memiliki berat sekitar 200 kg yang memiliki dua roda suspensi udara independen yang menggunakan bahan bakar bensin dan memiliki panjang 5.400 mm, tinggi 1.850 mm, dan lebar 200 mm, dan sementara humdinga dapat membawa penumpang sebanyak lima orang serta memiliki bagasi yang mampu untuk membawa barang, dalam pembuatannya humdinga ini membutuhkan waktu delapan tahun dan lebih dari sepuluh juta jam manusia untuk mengembangkan teknologinya.

Gambar :Humdinga  (kendaraan amfibi)

sumber : (google.com)

  1. 5.         Therinspeed Splash

         Adalah sebuah kendaraan amfibi yang mampu mengakses tiga alam yaitu daratan, perairan, dan udara dimana therinspeed ini terinspirasi oleh sebuah mainan olah raga yang diciptakan oleh M.rinderknecht yang memiliki sensor canggih dalam penggunaanya dan dalam beroperasi diair dapat mencapai kecepatan tertinggi 80 km per jam (sekitar 45 knot), diudara dapat mengapung setinggi 60 cm diatas air dan didarat mencapai kecepatan maksimum sekitar 200 km/jam. Dan kendaraan ini pun tergolong kedalam kendaraan yang ramah lingkungan sebab kendaraan ini menggunakan bahan bakar yang mengandung hampir seluruhnya metana dan hampir mendekati nol kandungan sulfur dan dapat dikatakan kendaraan amfibi ini kendaraan pertama  yang akan dilengkapi dengan teknologi mesin berorientasi masa depan .

Gambar : Therinseed splash (kendaraan amfibi)

Sumber : (google.com)

  1. 6.         Squba

adalah jenis kendaraan amfibi yang mampu beroperasi didua alam yaitu daratan dan perairan dan  mampu  beroperasi  dibawah air (tenggelam) sedalam 10m. Kendaraan ini terinspirasi oleh film james bond yaitu “the spy who loved me” pada tahun 1977 dan pada saat itu adegan demi adegan yang menggunakan kendaraan ini hanya animasi belaka akan tetapi setelah tiga puluh (30) tahun setelah film itu dibuat faktanya kendaraan ini benar-benar nyata dan diciptakan oleh Frank M. Rinderknecht. Pada bagian mesin diubah semua menjadi motor bertenaga listrik, dan digerakan oleh dua jet drive berada didepan kendaraan yang bernafas melalui kisi-kisi berputar khusus dari HS genion (untuk membuka dan menutup intake air), jet putar outlet dirancang menjadi sangat ringan namun twist tahan dengan menggunakan teknologi nano bahan tinggi sehingga disebut nano tubes. Dan pada saat didalam air kendaraan ini mampu memberikan udara bagi pengemudi sehingga pengemudi dapat menghirup udara dengan mudah sebab kendaraan ini dilengkapi dengan tangki terpadu kompresi, sebagai keamanan mobil ini sengaja dibuat dengan atap yang dapat dibuka sehingga apabila terjadi sesuatu atau dalam keadaan darurat dapat dengan mudah pengemudi  keluar dari kendaraan tersebut. Dan kendaraan ini pun termasuk dalam kendaraan yang ramah terhadap lingkungan sebab kendaraan ini nol emisi atau tidak menghasilkan emisi gas buang.

Gambar : Squba (kendaraan amfibi)

sumber : (google.com)

  1. 7.         Python

         adalah generasi terbaru kendaraan amfibi, yang dibuat oleh Dave March yang diproduksi oleh perusahaan otomotif california watercar yang mempunyai kecepatan sekitar 96 km/jam diair lebih kencang dari speedboat dan cara pengoperasiannya sebelum melaju diatas air pengemudi python ini harus menetralkan gigi perseneling dan kemudian mengaktifkan kemudi jet air dan memasukan roda dan jika ingin mengoperasikan tinggal melaksanakan langkah sebaliknya. Mesin seberat 1.7 kilogram itu mampu menghasilkan energi sebesar 640 Hp (horse power) dan sementara mesin yang untuk beroperasi diatas air diproduksi oleh Dominator jet dan tenaga yang dihasilkan sekitar 500 Hp, kendaraan ini pun dilengkapi mesin jet yang membuatnya mampu menerjang ombak.

   Gambar : Python (kendaraan amfibi)

Sumber : (google.com)

  1. 8.         Squadski

adalah sebuah kendaraan yang menggabungkan anatara jetski dan atv dimana kendaraan ini digunakan untuk parawisata alam yang memiliki area daratan dan perairan dan squadski ini dibuat oleh gibbstech.

Gambar : Squadski (kendaraan amfibi)

Sumber: (google.com)

 

2.6.1   Jenis- jenis kendaraan penyelamatan

 

      Kendaraan penyelamatan adalah suatu jenis kendaraan pra- rumah sakit yang berfungsi dan disiagakan untuk memberikan pertolongan pada korban serta memiliki fungsi menjemput korban dari tempat terjadinya suatu kecelakaan, sementara jenis – jenis kendaraan penyelamatan dibagi menjadi beberapa jenis menurut operasional atau medan yang dilalui. yaitu  sebagai berikut :

  1. Kendaraan penyelamatan darat :

Kendaraan ini biasa digunakan untuk keperluan penyelamatan yang berareakan daratan, dan berikut ini beberapa contoh kendaraan penyelamatan yang beroperasi didarat :

Gambar : Recue truck sar

Sumber : (google.com)

Gambar : Rescue car sar

Sumber : (google.com)

Gambar : Ambulance sar

Sumber : (google.com)

Gambar : Truck angkut personil Basarnas

Sumber : (google.com)

Gambar : Golf ambulance

Sumber : (google.com)

 

Gambar : Ambulance Indonesia

Sumber : (google.com)

Gambar :Ambulance motor

Sumber : (google.com)

  1. Kendaraan penyelamatan air

Kendaraan ini biasa digunakan untuk keperluan penyelamatan yang berareakan perairan, dan berikut ini beberapa contoh kendaraan penyelamatan yang beroperasi diair :

Gambar : Rapid deployment land sar

                (sumber : basarnas)

Gambar : Rescue boat badan sar

            (sumber : basarnas)

  1. Kendaraan penyelamatan udara

Kendaraan ini biasa digunakan untuk keperluan penyelamatan yang tidak terjangkau oleh kendaraan darat atau perairan, seperti daerah terpencil, hutan dan perairan dilautan yang luas atau akan digunakan oleh para tim penyelamat untuk memantau situasi yang telah terjadi suatu kecelakaan, dan berikut ini beberapa contoh kendaraan penyelamatan yang beroperasi diudara :

Gambar : Helikopter Basarnas

(sumber : basarnas)

2.7         Analisa kompetitor

Seperti yang telah diperlihatkan pada sub bab sebelumnya kendaraan amfibi yang berfungsi untuk penyelamatan dan yang digunakan oleh penjaga pantai belum tersedia dipantai-pantai Indonesia, padahal pantai-pantai di Indonesia ini sangatlah tepat bila kendaraan amfibi untuk penyelamatan ini tersedia dipantai Indonesia dan diluar negri pun belum tersedia kendaraan amfibi untuk penyelamatan, yang tersedia hanya kendaraan amfibi  yang berfungsi sebagai kendaraan  pribadi, yang tersedia hanya sekedar hobi.

Gambar : Quadski (kendaraan amfibi)

Sumber  : (google.com)

 

Kendaraan amfibi ini memang layak untuk dijadikan kendaraan penyelamatan pertama sebab model transportasi ini sangat tepat dengan pantai-pantai Indonesia, akan tetapi belum memenuhi syarat-syarat sebagai kendaraan reaksi cepat yang digunakan oleh penjaga pantai sebab penjaga pantai membutuhkan peralatan-peralatan yang memudahkan dalam memberikan pertolongan pertama pada korban yang mengalami sebuah kecelakaan diarea pantai.

Dilihat dari kebutuhan seorang penjaga pantai, maka penulis memiliki sebuah ide bahwa akan membuat sebuah desain kendaraan yang mampu memenuhi syarat-syarat sebagai kendaraan amfibi penyelamatan yang digunakan oleh penjaga pantai yang memiliki fitur-fitur yang dibutuhkan oleh penjaga pantai seperti obat-obatan, peralatan medis dan sled.

 

 

 

 

 

 

2.8      Sekilas tentang pengerak kendaraan quadski

Pada bagian ban kendaraan quadski ini menggunakan system hydrolik yang dapat menggerakkan keempat ban yang ada, dimana system ini hanya digunakan pada saat kendaraan berada diarea perairan dan sebaliknya keempat ban yang ada pada saat didarat akan turun mengenai tanah / daratan, agar  lebih jelas terihat pada gambar :

Gambar : sytem hydrolik (roda quadski)

Sumber : (google)

Dan untuk menggerakan kendaraan ini menggunakan bahan bakar bensin dimana bahan bakar jenis ini dapat digunakan pada kedua area yaitu darat dan perairan.

Gambar : mesin penggerak kendaraan quadski

Sumber : (google.com)

2.9        Peralatan penyelamatan penjaga pantai

 

Ada beberapa peralatan yang biasa digunakan oleh para penjaga pantai dimana peralatan ini adalah bagian dari penjaga pantai, diantaranya adalah :

  1. Stifneck kerah  :

Adalah sebuah perangkat penanganan pasien yang digunakan terutama dalam perawatan trauma pra-rumah sakit yang dirancang untuk memberikan dukungan kaku selama pergerakan pasien dengan tulang leher yang dicurigai cidera. Peralatan ini paling sering digunakan oleh layanan ambulans, oleh staf seperti teknisi darurat medis dan paramedis, tetapi juga dapat digunakan oleh personil darurat khusus seperti penjaga pantai.

   Gambar : Stifneck

Sumber: (google.com)

  1. Teropong :

Adalah sebuah alat yang digunakan penjaga pantai untuk memantau para parawisatawan yang sedang menikmati fasilitas wisata pantai dan area sekitar pantai agar apabila terjadi sesuatu kecelakaan, penjaga pantai dengan sigap memberikan pertolongan.

Gambar : Teropong

Sumber : (google.com)

  1. Salvage rescue (jaket dengan sabuk)  :

Adalah sebuah pakaian yang  digunakan untuk menyelam yang dikenakan oleh penjaga pantai yang berfungsi untuk menyelamatkan korban pada kecelakaan seperti kapal tenggelam atau dapat juga pakaian ini digunakan oleh para peneliti bawah laut.

Gambar :Salvage rescue

Sumber : (google.com)

  1. Head lamp :

Adalah sebuah peralatan yang digunakan oleh penjaga pantai yang dikenakan  pada area-area yang tidak bercahaya seperti pada penyelaman dasar laut yang tidak terjangkau oleh sinar matahari dll, dan alat ini dikenakan/ dipasangkan pada bagian kepala sehingga memudahkan untuk tetap bekerja dengan menggunakan kedua tangan.

Gambar : Head lamp

Sumber : (google.com)

  1. Tandu lipat :

Adalah sebuah alat yang biasa digunakan didunia medis yang berfungsi untuk korban yang cidera sedang, sampai cidera berat agar dapat dibawa ketempat yang lebih aman seperti membawa korban kemobil ambulan dan kemudian membawa kerumah sakit agar dapat ditangani secara intensif.

Gambar : Tandu lipat

Sumber : (google.com)

  1. Tali panjang 30m :

Yang berfungsi sebagai pembatas area yang berbahaya dan tidak berbahaya dipantai agar dapat memberikan informasi kepada pengunjung yang sedang berenang, jadi dapat mengurangi tingkat kecelakaan, dan tali ini pun dapat mengambang diatas air sehingga para wisatawan yang sedang berenang dapat memilih tempat yang lebih aman untuk berenang.

Gambar : Tali

Sumber : (google.com)

  1. Pakaian penjaga pantai  pria, wanita  dan kaos penjaga pantai :

Pakaian ini biasa digunakan para penjaga pantai yang bertugas dengan baju bertuliskan penjaga pantai agar dapat membedakan baju renang biasa dengan baju renang penjaga pantai dan dapat mencirikan penjaga pantai yang bertugas, dan biasanya baju penjaga pantai berwarna merah.

Gambar : Pakaian penjaga pantai

Sumber : (google.com)

  1. Pisau penjaga pantai :

Adalah sebuah alat yang digunakan penjaga pantai untuk keadaan yang darurat seperti pada saat menyelam maupun pada saat didarat agar memudahkan penyelamatan korban.

Gambar : Pisau penjaga pantai

Sumber : (google.com)

  1. Bendera penjaga pantai :

Yang berfungsi sebagai informasi tentang keadaan sekitar area wisata dengan memberikan tanda bendera yang masih-masing warna memberikan peringatan tertentu:

  • Merah dengan gambar orang berenang : memandakan dilarang keras untuk berenang
  • Merah   :

menandakan bahwa laut sedang dalam keadaan bahaya yang besar, agar berhati- hati untuk melakukan aktifitas renang.

  • Kuning :

menandakan bahwa ombak laut dalam keadaan yang sedang, tidak terlalu membahayakan

  • Hijau    :

menandakan bahwa keadaan yang cukup baik untuk melakukan aktifitas wisata.

  • Ungu  :

menandakan untuk tidak melakukan aktifitas apapun sebab membahayakan kehidupan secara langsung.

Gambar: Bendera penjaga pantai

Sumber : (google.com)

  1. Pengeras suara :

Berfungsi untuk mengeraskan suara penjaga pantai agar dapat terdengar dengan jelas oleh para wisatawan yang berlibur dan dapat juga menyampaikan informasi-informasi tentang keadaan area sekitar wisata.

Sumber : Pengeras suara

Gambar : (google.com)

  1. Kacamata dengan lensa penyerap sinar matahari :

Kacamata ini berfungsi sebagai penyerap sinar matahari dipantai sehingga menimbulkan kenyamanan bagi para penjaga pantai pada saat bertugas disiang hari sehingga dapat lebih waspada dan lebih sigap apa bila melihat kecelakaan yang terjadi.

Gambar : Kacamata dengan lensa penyerap sinar matahari

Sumber : (google.com)

  1. Jaket :

Sebuah jaket yang dapat membantu penjaga pantai pada saat bertugas terutama pada saat bertugas saat cuaca dingin yang disebabkan oleh turunnya hujan atau pada saat malam hari selain itu jaket ini mencirikan seorang penjaga pantai.

Gambar : Jaket

Sumber : (google.com)

  1.  Gantungan kunci :

Gantungan kunci hanya mencirikan pemiliknya yaitu penjaga pantai tanpa fungsi yang dapat membantu dalam hal penyelamatan korban, hanya apabila kunci posko / stan penjaga pantai ini hilang dapat dengan mudah ditemukan.

Gambar : Gantungan kunci

Sumber : (google.com)

  1. Papan surving :

Fungsi dan cara pengoperasiannya tidak berbeda dengan papan surving lainnya hanya perbedaanya digunakan untuk para penjaga pantai pada saat latihan atau pemanasan saja pada saat bertugas, sehingga penjaga pantai pun memiliki keahlian untuk bersurving agar apabila pada keadaan darurat setiap penjaga pantai dapat menggunakan peralatan yang ada untuk menolong korbannya.

Gambar : Papan surving

Sumber : (google.com)

  1. VHF  :

Adalah sebuah alat navigasi yang dapat membantu penjaga pantai untuk melihat kondisi air, keadaan dasar laut , suhu air, jalur badai, dan pelacak keberadaan ikan yang memanfaatkan teknologi satelit maka alat ini sangat berguna bagi penjaga pantai untuk dapat mengetahui keadaan laut.

Gambar :VHF

Sumber : (google.com)

  1. Pelampung :

Yang berfungsi sebagai alat yang digunakan dipantai untuk mengampungkan diri diatas air, sehingga alat ini memudahkan penjaga pantai pada saat menolong korban yang tenggelam dan memudahkan penjaga pantai membawa korbannya ketempat yang lebih aman.

Gambar : Pelampung

Sumber : (google.com)

  1. Alat komunikasi  (HT)

Sebuah alat yang digunakan untuk berkomunikasi sesama penjaga pantai untuk memberitahukan keadaan yang sedang terjadi pada saat berpatroli atau memberitahukan kecelakaan yang terjadi

Gambar : HT

Sumber : (google.com)

  1. Portable konten farmasi lifeguard
  • Kortikosteroid injeksi :

Berfungsi untuk memberikan penyelamatan bagi korban yang mengalami gangguan pernafasan seperti asma.

Gambar : Kortikosstreoid injeksi

Sumber : (google.com)

  • Jarum suntik 5cc :

Berfungsi sebagai alat yang dapat membantu pekerja medis untuk memasukan cairan obat kedalam bagian tubuh korban yang terluka seperti untuk kekebalan tubuh agar dapat memberikan rasa tidak sakit pada pasien akibat kecelakaan yang terjadi.

Gambar : Jarum suntik

Sumber : (google.com)

  • Resusistasi manual perangkat AMPU :

Adalah sebuah alat yang digunakan untuk korban yang mengalami gangguan pernafasan dan alat ini dapat memudahkan tenaga medis, sar, penjaga pantai karena alat ini dapat dengan mudah dibawa.

Gambar : Resusitasi manual perangkat ampu

Sumber: (google.com)

  • Perban elastis :

Perban yang berfungsi sebagai alat yang dapat menutupi luka agar tidak terkena bakateri-bakteri yang dapat memperburuk keadaan luka pasien dan dapat juga memberikan pertolongan pada korban yang mengalami patah tulang lengan  sehingga dapat mempercepat penyembuhan.

Gambar : Perban elastic

Sumber : (google.com)

  • Mercurochrom 500 cc :

Mercurochrom atau obat merah diguna- kan sebagai antiseptik umum yang digunakan oleh pekerja medis untuk memberikan pertolongan pertama pada korban yang terluka.

Gambar :Mercurochrom

Sumber : (google.com)

  • Alkohol 50 cc :

Merupakan obat yang biasa digunakan para medis untuk membantu membersihkan luka pada pasiennya agar luka tersebut menjadi steril dari bakteri  atau kotoran yang menepel pada luka.

Gambar : Alkohol

Sumber : (google.com)

  • Plester :

Merupakan alat yang dapat membantu korban yang mengalami luka ringan seperti tergores benda tajam dll dengan cara menepelkan plester ini pada luka pasien, selain itu plester ini juga dapat menjauhkan luka dari bakteri-bakteri yang ada.

Gambar: Plester

Sumber : (google.com)

  • Gunting :

Alat ini biasa digunakan oleh tenaga medis dan masyarakat. Tenaga medis biasanya digunakan agar  mempermudah penangan pada korban seperti untuk memotong perban agar dapat digunakan secukupnya dll. sementara bagi masy- arakat digunakan untuk  mempermudah pekerjaan seperti tukang jahit dll.

Gambar : Gunting

Sumber : (google.com)

  • Oksigen dan tas medis :

Adalah sebuah perangkat yang digunakan oleh para tenaga medis dirumah sakit maupun diluar rumah sakit seperti dimobil ambulan, tim sar, maupun penjaga pantai untuk membantu korban yang mengalami gangguan pernafasan dengan memberikan oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh sementara tas medis berfungsi sebagai tempat yang dapat membawa peralata-peralatan  medis lainnya agar mempermudah para pekerja medis yang bertugas.

Gambar : Oksigen dan tas medis

Sumber : (google.com)

  • Pocket mask :

Adalah sebuah peralatan yang digunakan oleh penjaga pantai yang berfungsi sebagai alat yang dapat memberikan nafas buatan untuk korban yang mengalami gangguan pernafasan seperti tenggelam saat berenang dll.

Gambar : Pocket mask

Sumber : (google.com)

Dari peralataan-peralatan yang terdapat diatas dapat memudahkan para penjaga pantai dalam memberikan pertolongan kepada korban-korban yang mengalami kecelakaan diarea pantai.

 

2.10  Prosedur penyelamatan

 

Sebelum melakukan penyelamatan ada beberapa yang harus dilakukan oleh tim penyelamat, yaitu:

  1. Tahap menerima Informasi

–     Mengumpulkan data

–     Jenis kasus

–     Jumlah korban & keadaan

–     Lokasi kejadian

–     Cek ulang nomor telepon

–     Kepastian kasus & persiapan tim

–     Pencatatan

2.   Penanganan Korban kecelakaan

–     Alur pertolongan

Patroli àInformasi à  TKP à Fasilitas rujukan

–     Keselamatan penolong

–     Langkah-langkah di TKP

 

2.11          Penutup

 

Penanggulangan reaksi cepat sangatlah diperlukan di Indonesia, khususnya di area pantai Dengan segala kondisi dan situasi keadaan korban yang harus ditolong maka kendaraan khusus penjaga pantai sangat diperlukan dengan segala aktifitasnya.

2.12          Objek penelitian pantai Anyer

Anyer termasuk dalam provinsi Banten dimana provinsi Banten ini ditetapkan dalam undang-undang No.23 tahun 2000 tentang pembentukan provinsi Banten dengan meliputi Kabupaten Lebak, pandeglang, Serang, Tangerang dan Kota Tangerang,  Cilegon dan ber-Ibu kotakan Serang, Sebagai provinsi yang relatif masih sangat muda maka Banten akan menghadapi berbagai tantangan, ketertinggalan, dan permasalahan, namun dengan demikian Banten mempunyai potensi yang dapat didaya gunakan dan dimanfaatkan secara optimal untuk dijadikan modal dalam mengatasi berbagai permasalahan.

  1. Kondisi geografis

Kabupaten dan Kota provinsi Banten memiliki luas sekitar 8.651,20 km2 , letak geografis Provinsi Banten pada batas astronomi 105o1`12-106o7`122 BT dan 5o7`502 – 7o1`12 LS, dengan jumlah penduduk hingga tahun 2006 sebesar 9.308.944 jiwa, letak ujung pulau Jawa memposisikan Banten sebagai pintu gerbang pulau Jawa dan Sumatra dan berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta sebgai Ibu Kota negara, posisi strategis ini tentunya menyebabkan Banten sebagai penghubung utama jalur perdagangan Sumatra-jawa bahkan sebagai bagian dari sirkulasi perdagangan Asia dan Internasional serta sebagai lokasi perekonomian dan permukiman yang potensial. Batas wilayah sebalah utara berbatasan dengan laut Jawa, barat berbatasan dengan Selat Sunda, selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, sehingga wilayah laut ini mempunyai sumber daya laut yang potensial.

  1. Topografi

Topografi wilayah banten berkisar pada ketinggian 0- 1.000 dpl, secara umum kondisi topografi Banten merupakan daratan rendah yang berkisar anatara 0-200 m dpl yang terletak didaerah Kota Cilegon, Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan sebgian besar Kabupaten Serang, adapun daerah Lebak tengh dan sebgian kecil Kabupaten Pandeglang memiliki ketinggian berkisar 201-2.000m dpl daerah Lebak timur memiliki ketinggian 501-2000 m dpl yang terdapat dipuncak gunung sanggabuana dan gunung halimun.

  1. Tempat parawisata

       Banten merupakan daerah yang dapat dikatakan daerah yang dipenuhi dengan tempat wisata air yang terdiri dari tempat wisata carita, karang bolong, anyer, dll, oelh sebab itu banten merupakan tempat tujuan wisata air bagi sebagian masyarakat kota-kota besar seperti jakarta, bogor, depok, tangerang, bekasi (JABODETABEK) karean jarak yang tidak terlalu jauh antara jakarta dan lokasi wisata tersebut sekitar 160 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Dan anyer memiliki luas sekitar 7000 m2 dan panatai anyer begitu terkenal sejak tahun 1980 karena anyer memiliki keistimewaan tersendiri yaitu dari bibir pantai  pengunjung dapat menikmati panorama laut biru, hamparan pasir pantai yang laus menjadikan kawasan ini nyaman untuk berwisata

Gambar : peta lokasi pantai Anyer

Sumber : (google.com)

  • Arus dan laut

            Arus laut merupakan massa air laut yang disebabkan oleh angin dan cuaca, hal tersebut terlihat jelas pada fenomena alam yang terjadi pada bulan yang memasuki musim hujan, dan energi yang dihasilkan pada kecepatan arus laut sebesar 12 mph (mile per hour) sebanding dengan kecepatan massa udara atau angin yang bergerak sebesar 110 mph, sehingga arus laut merupakan energi alternatif yang sangat potensial.

            Laut merupakan air yang menutupi permukaan tanah yang sangat luas dan pada umumnya mengandung garam dan berasa asin, biasanya air mengalir yang ada didaratan akan bermuara ke laut.

  • Berdasarkan sebab terjadinya laut dibagi menjadi bebrapa bagian antara lain :

  1. Laut ingresi adalah laut yang terjadi karena adanya penurunan tanah di dasar laut, oleh karena itu laut ini juga disebut laut tanah turun dan penurunan tanah yang terjadi didasar laut akan membentuk lubuk laut dan palung laut.lubuk dan palung laut adalah penurunan didasar laut yang berbentuk bulat sebagai contoh lubuk sulu, lubuk sulawesi, lubuk banda, dan lubuk karibia sedangkan palung laut atau trog adalah penurunanan didasar laut yang bentuknya memanjang  sebagai contoh paung mindanau yang mempunyai kedalaman 1.085 m, palung sunda yang memiliki kedalaman 7.450 m, palung jepang yang memiliki kedalaman 9.433 m, dan palung mariana yang memiliki kedalaman 10.683 m( terdalam didunia)
  2. Laut transgresi (laut yang meluas) yang terjadi karena perubahan permukaan laut secara positif (secara meluas), perubahan permukaan ini karen naiknya air laut atau daratan yang turun sehingga bagian-bagian daratan yang tergenang air laut ini terjadi pada jaman es sebagai contoh laut jawa, laut arafuru dan laut utara.
  3. Laut regresi adalah laut yang mengalami pnyempitan yang terjadi karena adanya pengadapan oleh batuan (pasir, lumpur, dll) yang dibawa oleh sungai-sungai yang bermuara dilaut tersebut, penyempitan ini banyak terjadi diarea pantai utara.

Gambar : zona laut

Sumber : (google.com)

  • letak laut

menurut letaknya laut dibedakan menjadi tiga bagian yaitu :

  1. laut tepi (laut pinggir)

        adalah laut yang terletak ditepi benua (kontinen) dan seolah-olah terpisah dari samudera oleh daratan pulau-pulau atau jazirah sebagai contoh laut cina selatan yang dipisahkan oleh kepulauan Indonesia dan kepulauan filipina.

  1. laut tengah

        adalah laut yang terletak diantara benua-benua, lautnya dalam dan memiliki gugusan pulau-pulau sebagai contoh laut tengah diantara benua afrika dan asia, laut es utara diantara benua asia dengan amerika dll.

  1. laut dalam

        adalah laut-laut yang hampir seluruhnya dikelilingi oleh daratan sebagai contoh laut kaspia, laut hitam dan laut mati berdasarkan kedalaman laut dibedakan menjadi empat (4) zona / wilayah yaitu :

  • zona lithoral

adalah wilayah pantai atau pesisir atau shore, diwilayah ini pada saat pasang tergenang air dan pada saat air laut surut berubah menjadi daratan oleh karean itu wilayah ini sering juga disebut wilayah pasang-surut.

  • zona neritic

yaitu batas wilayah pasang surut hingga kedalaman 150 m pada zona ini masih dapat ditembus oleh sinar matahari sehingga pada wilayah ini paling banyak terdapat berbagai jenis kehidupan baik hewan maupun tumbuh-tumbuhan sebagai contoh laut jawa, laut natuna, selat malaka, dan laut-laut disekitar kepulauan riau.

  • zona bathyal

      adalah wilayah laut yang memiliki kedalaman antara 150 m hingga 1800m wilayah ini tidak dapat ditembus sinar matahari oleh karena itu kehidupan organisme tidak sebanyak yang terdapat diwilayah neritic

  • zona abysal ( wilayah laut sangat dalam)

yaitu wilayah laut yang memiliki kedalam diatas 1800m diwilayah ini suhunya sangat dingin dan tidak ada tumbuhan-tumbuhan dan jenis hewan pada wilayah ini pun sangat terbatas.

Gambar : perbedaan kedalam laut

Sumber : ( google.com)

One response to “bab 2

  1. tedfiles Mei 31, 2011 pukul 4:29 pm

    ayoo nih mana..? bab 2 dan 3…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: